12 tahun sudah aku melewati proses masa masa sekolahku, masa
masa indah dalam hidup, masa dimana kita bandel bandelnya, masa dimana kita
melewati manis pahitnya cinta, masa dimana kita bersusah payah mendapatkan apa
yang kita inginkan dan kita tuju. Ditahun setelah Lulus sekolah, ya disitu aku
mulai menemukan kehidupan yang baru yang lebih asyik dari sekedar belajar dan
bersosialisasi. Aku tumbuh menjadi wanita yang tangguh dan berprinsip. Aku
memilih jalan untuk berkarir atau bisa dibilang menjadi wanita karir yang
kesehariannya dihabiskan di dalam ruangan yang dikelilingi oleh orang orang
yang kehidupannya 180 derajat berbeda dengan kehidupanku pada biasanya.
Read more...
Alasan kenapa aku ga kuliah? Ya ortuku belum mampu untuk
membiayai aku dan kakaku untuk sekolah lebih tinggi lagi. Bukan Cuma itu aja
sih, ya karna ortuku juga melihat aku dan kakaku memang tipikal yang males
belajar jadi beliau tidak memberikan kesempatan itu kepada aku dan kakaku takut
nanti ujungnya kami malah males malesan belajar dan tidak mendapatkan ilmu jadi
ya untuk apa hanya membuang-buang uang. Terus juga karna pada saat itu ortuku
merintis usaha baru jadi ya untuk sementara memang aku dan kakaku direkrut
untuk bekerja diperusahaan ini toh pada nantinya usaha ini akan diwariskan
kepada kami, jadi apa salahnya juga kami bekerja sambil belajar disini tentang
bagaimana caranya mengelola bisnis.
Setiap hari aku belajar dan banyak memperhatikan teman teman
kantorku, bagaimana cara mereka agar bisa sukses dan bahagia dalam hidup.
Ternyata bahagia itu mudah ketika kita bisa dekat dengan sang Maha Penciptanya. Oiya aku bekerja di perusahaan ayahku dibidang Travel Umroh, ya diruang lingkupku
yang baru berbeda dengan ruang lingkupku yang lama. Aku banyak belajar tentang
arti hidup ini. Tentang mau dibawa kemana dan sudah mempersiapkan apa untuk
bekal akhirat.
Ternyata orang sukses-pun belom tentu dibilang sukses kalo
dia sediri belom bisa menguasi ibadahnya. Buat apasih kita hidup kalo cuman
mencari dunia tapi ga diseimbangin dengan bekal akhiratnya? Uang kapanpun bisa
habis dengan sekejap kok. Contoh utamanya ‘Seorang milyarder yang memiliki
kekayaan nomor satu didunia tapi takdir berkehendak lain dia divonis memiliki
penyakit yang obatnya belom ditemukan. Dia bolak balik keluar negri untuk
therapy dan berobat bagaimana caranya agar penyakitnya bisa sembuh, ya mungkin
setahun dua tahun dia bertahan hidup dengan berobat sana sini mengeluarkan
banyak uang untuk membayar rumah sakit yang mahal dan pada suatu saat
kekayaannya pun habis perusahaannya bangkrut dan hancur lalu penyakitnya makin
parah sehingga menimbulkan stress yang berlebihan. Andai kalo beliau memiliki
Iman yang kuat beliau pasti sudah memasrahkan segala ketentuannya kepada Allah.
Beliau pasti gaakan merasa kehilangan segala sesuatunya karna beliau memiliki
harta berharga satu satunya yaitu keteguhan iman kepada Allah.’
Inti dari cerita diatas adalah. Kalo kita menanamkan Iman di
dalam diri kita maka kitapun gaakan merasa sendiri, kita mempunya Allah yang
maha kaya yang maha memiliki dan menguasai segala seisi bumi ini. Apapun segala
bentuk tantangan dan rintangan dalam hidup ini percayalah Allah ingin
mengetahui seberapa dekat umatnya dengan penciptanya. Dan ingat selalu Allah
tidak akan memberikan cobaan melebihi batas dan kemampuan kita. Kalo cobaan itu
datang terus menerus berarti Allah ingin mengangkat derajat kita ketingkat yang
lebih tinggi lagi. Semakin tinggi pohon itu maka semakin banyak terpaan dan
cobaannya. Ingat selalu Allah bersama kita dan selalu mengikuti langkah kita.
Kunci hidup bahagia adalah BERSYUKUR dimulai dari hal yang paling terkecil.
Semoga kita semua termasuk orang orang yang memiliki keteguhan Iman didalam
hati dan dirinya, Amin.